Model Stock-to-Flow (S2F)

Siklus Bull/Bear & Puncak-Dasar · Pusat Indikator CoinBoss

Loading…
Source: blockchain.info on-chain statistics, refreshed every 12 hours.

Premis: kelangkaan menciptakan nilai

Model Stock-to-Flow dipublikasikan pada Maret 2019 oleh analis anonim PlanB dalam "Modeling Bitcoin Value with Scarcity". S2F = stok yang ada ÷ produksi baru tahunan — sekitar 60 untuk emas, dan pada Bitcoin nilainya berlipat ganda setiap halving. Dengan meregresikan kapitalisasi pasar terhadap S2F historis, model ini mengklaim kecocokan hukum pangkat (R² ≈ 0,95) dan memproyeksikan target harga untuk setiap epos pasca-halving.

Rekam jejak dan keruntuhan

Sepanjang 2019–2021 model ini menarik pengikut yang sangat besar, dengan harga yang secara umum berada di dalam pita model sebelum 2021. Namun proyeksinya untuk periode setelah 2021 gagal telak: target di kisaran 100.000 dolar AS untuk epos tersebut tidak pernah tercapai dalam siklus itu, dan harga terus-menerus berada di bawah pita. Kritiknya pun bukan penilaian setelah kejadian: pada 2019 Strix Leviathan sudah menunjukkan bahwa dalam 115 tahun data emas, nilai S2F yang sama sebesar 60 berdampingan dengan kapitalisasi pasar mulai dari sekitar 60 miliar hingga sekitar 9 triliun dolar AS — premis kelangkaan sebagai variabel tunggal gagal bahkan pada aset acuannya sendiri.

Keberatan metodologis

Ada tiga kritik statistik utama. Kapitalisasi pasar sama dengan stok × harga, sementara pembilang S2F juga stok — regresinya memakai variabel yang sama di kedua sisi sehingga rawan tautologi (Bitcoin Magazine memuat artikel yang menyebutnya tidak sahih secara statistik). Bukti kointegrasi yang dulu dikutip sebagai pendukung belakangan dibantah (Eric Wall mendokumentasikan pembalikan-pembalikan itu). Dan model ini hanya memperhitungkan sisi pasokan — permintaan sama sekali tidak muncul.

Mengapa tetap layak diketahui

S2F adalah studi kasus terbaik tentang bagaimana narasi halving membentuk ekspektasi pasar — sebagian besar pelaku pasar pernah menetapkan harga berdasarkan model ini, sehingga model itu sendiri menjadi bagian dari pasar. Kini S2F lebih berguna sebagai spesimen sosiologi keuangan dan narasi kelangkaan ketimbang sebagai alat valuasi. Kurva di halaman ini disajikan sebagai referensi historis.
Beyond cycle positioning, gauge short-term sentiment with market-wide liquidations and BTC liquidation data.